Apa Itu ADHD Pada Anak – Setiap anak memiliki karakter, cara belajar, dan tingkat fokus yang berbeda. Namun, ada sebagian anak yang tampak sulit diam, mudah terdistraksi, dan cenderung impulsif hingga mengganggu aktivitas sehari-hari mereka. Kondisi ini bisa jadi bukan sekadar kenakalan atau kurang disiplin, melainkan tanda dari ADHD. Lalu, apa itu ADHD pada anak?
ADHD merupakan singkatan dari Attention Deficit Hyperactivity Disorder, atau dalam bahasa Indonesia disebut Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas. Kondisi ini termasuk dalam gangguan perkembangan saraf (neurodevelopmental disorder) yang biasanya muncul sejak masa kanak-kanak dan bisa berlanjut hingga dewasa. Anak dengan ADHD umumnya kesulitan untuk memusatkan perhatian, mengendalikan perilaku impulsif, dan seringkali sangat aktif melebihi anak seusianya.
Meski sering disalahartikan sebagai anak nakal, ADHD bukan disebabkan oleh faktor moral, kemauan, atau pola asuh yang buruk. Gangguan ini berkaitan dengan cara kerja otak yang berbeda, khususnya di area yang mengatur perhatian, perilaku, dan aktivitas motorik. Memahami apa itu ADHD pada anak secara tepat adalah langkah pertama bagi orang tua agar bisa memberikan pendampingan dan dukungan yang sesuai.

A. Ciri-Ciri Anak dengan ADHD
Anak dengan ADHD tidak selalu menunjukkan gejala yang sama. Umumnya, gejalanya terbagi menjadi tiga tipe utama, yaitu: tipe inatentif (kurang perhatian), tipe hiperaktif-impulsif, dan tipe kombinasi.
- Tipe Inatentif (Kurang Perhatian)
Anak sering tampak tidak mendengarkan ketika diajak bicara, mudah kehilangan barang, dan sulit menyelesaikan tugas atau pekerjaan rumah. Mereka tampak sering melamun dan sulit fokus dalam waktu lama. - Tipe Hiperaktif-Impulsif
Anak tampak tidak bisa diam, sering berlari atau memanjat dalam situasi yang tidak tepat, dan sering berbicara tanpa henti. Mereka juga sulit menunggu giliran dan sering memotong pembicaraan orang lain. - Tipe Kombinasi
Anak menunjukkan gejala dari dua tipe sebelumnya, yaitu kurang perhatian sekaligus hiperaktif-impulsif.
Mengetahui apa itu ADHD pada anak dan mengenali ciri-cirinya sejak dini sangat penting agar anak bisa mendapatkan intervensi dan bimbingan yang tepat. Tanpa pemahaman yang cukup, anak mungkin akan terus disalahpahami sebagai tidak sopan atau malas belajar, padahal mereka hanya membutuhkan pendekatan yang berbeda.
Baca Juga: Cara Bersosialisasi di Sekolah Bagi Anak yang Pemalu
B. Penyebab dan Faktor Risiko ADHD
Hingga kini, penyebab pasti ADHD belum diketahui secara jelas. Namun, para ahli percaya bahwa gangguan ini muncul akibat kombinasi berbagai faktor biologis dan lingkungan. Beberapa hal yang diyakini berperan antara lain:
- Genetik atau keturunan. Anak yang memiliki orang tua atau saudara dengan ADHD lebih berisiko mengalami kondisi serupa;
- Perbedaan struktur otak. Studi menunjukkan bahwa bagian otak yang mengatur perhatian dan kontrol impuls mungkin bekerja secara berbeda pada anak dengan ADHD;
- Kelahiran prematur atau berat badan lahir rendah. Kondisi ini bisa memengaruhi perkembangan otak anak;
- Paparan zat berbahaya selama kehamilan. Misalnya alkohol, nikotin, atau obat-obatan tertentu;
- Lingkungan yang tidak mendukung. Stres berlebihan, pola tidur yang buruk, atau pola makan tidak sehat juga dapat memperburuk gejala ADHD.
Dengan memahami apa itu ADHD pada anak, orang tua dapat lebih bijak dalam mengenali faktor risiko sejak dini. Meskipun tidak semua anak dengan faktor tersebut akan mengalami ADHD, kewaspadaan tetap penting untuk mendorong tumbuh kembang optimal.
C. Cara Mendiagnosis ADHD pada Anak
Tidak semua anak yang aktif atau sulit fokus berarti menderita ADHD. Oleh karena itu, diagnosis harus dilakukan oleh profesional seperti psikolog anak, psikiater, atau dokter spesialis tumbuh kembang. Proses diagnosis biasanya meliputi:
- Wawancara dengan orang tua dan guru. Informasi dari lingkungan rumah dan sekolah sangat penting untuk melihat perilaku anak secara menyeluruh.
- Observasi perilaku anak. Tenaga profesional akan memantau bagaimana anak berinteraksi, belajar, dan bereaksi terhadap situasi tertentu.
- Tes psikologis atau penilaian standar. Tes ini membantu mengukur tingkat perhatian, impulsivitas, dan kemampuan kognitif anak.
Diagnosis ADHD tidak dapat dilakukan hanya berdasarkan satu atau dua perilaku. Profesional akan mempertimbangkan lamanya gejala muncul (minimal enam bulan), serta seberapa besar pengaruhnya terhadap kehidupan anak di rumah, sekolah, dan lingkungan sosial. Pemahaman yang benar tentang apa itu ADHD pada anak membantu orang tua menerima kondisi anak dengan lebih sabar dan mencari bantuan yang sesuai.
Baca Juga: Begini Cara Mengembangkan Kreativitas Anak yang Jarang Diketahui
D. Dampak ADHD pada Kehidupan Anak
Jika tidak ditangani dengan baik, ADHD dapat memengaruhi berbagai aspek kehidupan anak, seperti:
- Prestasi akademik. Anak sering kesulitan fokus saat belajar, sehingga nilai di sekolah bisa menurun meski mereka sebenarnya cerdas.
- Hubungan sosial. Sifat impulsif membuat anak sulit menjaga pertemanan karena sering dianggap mengganggu atau tidak sopan.
- Kepercayaan diri. Ketika sering dimarahi atau dibandingkan dengan anak lain, mereka bisa merasa tidak berharga dan menarik diri.
- Emosi dan perilaku. Anak bisa mengalami frustrasi, mudah marah, bahkan stres karena kesulitan mengendalikan diri.
Namun, dengan bimbingan yang tepat, anak ADHD tetap bisa berkembang dan sukses. Banyak tokoh dunia seperti Michael Phelps dan Simone Biles diketahui memiliki ADHD tetapi mampu berprestasi luar biasa. Itu sebabnya, penting bagi orang tua untuk memahami apa itu ADHD pada anak agar dapat membantu mereka menemukan potensi terbaiknya.
E. Penanganan dan Dukungan untuk Anak ADHD
Penanganan ADHD harus disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing anak. Tidak ada satu cara yang cocok untuk semua. Umumnya, langkah-langkah yang dapat dilakukan meliputi:
- Terapi perilaku (behavioral therapy).
Terapi ini membantu anak memahami konsekuensi dari tindakannya dan belajar mengendalikan perilaku impulsif. - Konseling keluarga.
Melibatkan orang tua dalam proses terapi sangat penting agar mereka tahu cara berinteraksi dengan anak secara positif dan efektif. - Manajemen kelas di sekolah.
Guru perlu memahami kondisi anak agar bisa menyesuaikan metode belajar, seperti memberikan instruksi singkat dan jelas atau memberi waktu tambahan saat mengerjakan tugas. - Obat-obatan (jika diperlukan).
Dalam beberapa kasus, dokter mungkin meresepkan obat stimulan atau non-stimulan untuk membantu meningkatkan fokus anak.
Selain itu, pola hidup sehat juga berperan besar. Pastikan anak cukup tidur, makan bergizi seimbang, dan melakukan aktivitas fisik secara rutin. Lingkungan yang mendukung, penuh kasih, dan sabar akan membantu anak belajar mengelola diri dengan lebih baik. Dengan mengetahui apa itu ADHD pada anak, orang tua dapat menjadi pendukung utama dalam perjalanan tumbuh kembang mereka.
Baca Juga: Cara Melatih Keberanian Anak Supaya Percaya Diri
F. Menumbuhkan Rasa Percaya Diri Anak dengan ADHD
Anak dengan ADHD membutuhkan lebih dari sekadar terapi mereka perlu merasa diterima dan dihargai. Orang tua bisa menumbuhkan rasa percaya diri anak dengan cara:
- Memberi pujian atas setiap kemajuan kecil;
- Menetapkan rutinitas yang konsisten agar anak merasa aman;
- Menghindari membandingkan anak dengan teman atau saudara kandungnya;
- Menjadi pendengar yang sabar ketika anak kesulitan mengungkapkan perasaan.
Lingkungan sekolah juga berperan besar dalam membantu anak ADHD tumbuh dengan percaya diri. Sekolah yang memahami perbedaan karakter anak akan membantu mereka belajar sesuai dengan gaya masing-masing tanpa merasa tertinggal. Maka dari itu, penting bagi orang tua untuk memilih sekolah yang tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan nilai-nilai spiritual.
Pilih Sekolah yang Tepat untuk Anak: Fitrah Tunas Bangsa

Setelah memahami apa itu ADHD pada anak, langkah selanjutnya adalah mencari lingkungan pendidikan yang mampu membimbing anak secara utuh baik secara akademik, emosional, maupun spiritual. Salah satu pilihan terbaik adalah Sekolah Islam Fitrah Tunas Bangsa, yang memiliki jenjang TKIT (Taman Kanak-Kanak Islam Terpadu) dan SDIT (Sekolah Dasar Islam Terpadu).
Sekolah Islam Fitrah Tunas Bangsa menerapkan pendekatan pendidikan yang ramah anak, sabar, dan penuh kasih. Setiap anak diperlakukan unik sesuai potensi dan karakter masing-masing. Guru-guru di sekolah ini tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan umum, tetapi juga menanamkan nilai-nilai Islam yang menumbuhkan akhlak, empati, dan kedisiplinan sejak dini.
Dengan suasana belajar yang nyaman, interaktif, dan berbasis nilai-nilai Islam, anak-anak termasuk yang memiliki ADHD akan merasa diterima, dihargai, dan termotivasi untuk berkembang. Jadi, jika anda ingin anak tumbuh dengan karakter kuat, cerdas, dan berakhlak baik, sekolahkanlah anak di TKIT atau SDIT Sekolah Islam Fitrah Tunas Bangsa. Karena setiap anak istimewa, dan mereka berhak mendapatkan pendidikan yang terbaik.
Baca Juga: 6 Cara Melatih Anak Disiplin Sejak Dini, Tidak Perlu Dibentak & Dimarahi.

