Adab Bertamu dalam Islam, Yuk Terapkan!

Adab Bertamu dalam Islam – Islam adalah agama yang sangat memperhatikan hubungan antarmanusia. Salah satu bentuk hubungan sosial yang dianjurkan adalah bertamu atau mengunjungi saudara, sahabat, dan tetangga. Aktivitas sederhana ini memiliki banyak nilai kebaikan. Namun, Islam tidak hanya menganjurkan silaturahmi, tetapi juga mengatur adab bertamu agar tidak mengganggu kenyamanan tuan rumah dan tetap memberikan pahala bagi yang melaksanakannya.

Dengan memahami adab bertamu dalam Islam, kita dapat mempererat ukhuwah, menebar kebaikan, sekaligus menjaga kehormatan diri dan orang lain. Bertamu bukan hanya sekadar datang, duduk, lalu pulang. Ada aturan-aturan yang telah dicontohkan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam agar interaksi sosial tetap berada dalam koridor keislaman.

Adab Bertamu dalam Islam, Yuk Terapkan
Foto: Rock Staar / unsplash.com

1. Bertamu dengan Niat yang Baik

Segala aktivitas dalam Islam dinilai berdasarkan niatnya. Ketika bertamu, hendaknya kita berniat untuk menjalin silaturahmi, menanyakan kabar, atau membawa manfaat bagi tuan rumah. Dengan niat baik, aktivitas yang tampak sederhana bisa bernilai ibadah di sisi Allah.

Bahkan dalam sebuah hadits dijelaskan bahwa menjaga silaturahmi dapat memperluas rezeki dan memanjangkan umur. Artinya, bertamu yang dilakukan dengan adab yang benar adalah amalan penuh keberkahan.

Kita juga dianjurkan untuk menghindari niat buruk seperti bergunjing, menjelekkan rumah tangga orang, atau hanya ingin tahu urusan pribadi tuan rumah. Islam mengajarkan bahwa menjaga perasaan orang lain adalah salah satu bentuk kebaikan mulia.

Karenanya, memahami adab bertamu dalam Islam menjadi hal penting agar tujuan silaturahmi kita sesuai syariat dan bernilai pahala.

Baca Juga: Menarik! 20 Ide Jualan Market Day Anak SD

2. Mengunjungi di Waktu yang Tepat

Islam mengajarkan umatnya untuk peka terhadap keadaan orang lain. Waktu kunjungan harus diperhatikan. Jangan sampai kedatangan kita justru merepotkan atau mengganggu kenyamanan tuan rumah.

Terdapat waktu-waktu yang dianggap kurang tepat untuk bertamu, misalnya:

  • Saat waktu makan;
  • Larut malam;
  • Waktu istirahat seperti siang bolong;
  • Ketika tuan rumah ada urusan penting.

Jika memungkinkan, memberi kabar terlebih dahulu sebelum datang adalah salah satu bentuk adab yang sopan. Kini, dengan adanya telepon atau pesan singkat, kita bisa dengan mudah memastikan tuan rumah tersedia atau tidak.

Mengetuk pintu pun tidak boleh berlebihan. Cukup tiga kali. Jika tidak ada jawaban, jangan memaksa masuk atau tetap menunggu di depan rumah.

3. Meminta Izin Saat Masuk dan Menjaga Pandangan

Allah Subhanahu Wa Ta’ala memerintahkan umat Islam untuk selalu menjaga kehormatan rumah tangga orang lain. Sebelum masuk rumah, mintalah izin dengan sopan dan berdirilah sedikit ke samping pintu, bukan tepat di depan pintu. Ini dilakukan untuk menjaga privasi tuan rumah. Termasuk juga tidak mengintip jendala pemilik rumah terutama saat mengetuk pintu atau memanggil pemilik rumah untuk membukakan pintu rumahnya. Sebaiknya tetap berada pada posisi yang tidak mengganggu pemilik rumah sampai memang dibukakan pintunya.

Selain itu, pandangan kita juga harus dijaga. Jangan melihat-lihat isi rumah atau mencoba mengetahui hal-hal yang tidak perlu diketahui. Menjaga pandangan adalah bentuk penghormatan terhadap pemilik rumah. Karena hal-hal seperti menginting ruangan (tidak menjaga pandangan), dikhawatirkan akan membuat pemilik rumah menjadi risih. Sehingga membuat suasana menjadi tidak nyaman.

Semua ini termasuk bagian penting dalam adab bertamu dalam Islam agar kedatangan kita membawa ketenangan, bukan rasa risih.

4. Tidak Menyusahkan Tuan Rumah

Bertamu hendaknya tidak memberatkan tuan rumah secara finansial maupun tenaga. Jika disuguhi makanan atau minuman, terimalah dengan baik selama itu bukan sesuatu yang dilarang dalam Islam. Namun jangan menuntut atau meminta disuguhi sesuatu.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam sering kali menjadi tamu yang sangat sederhana dan tidak pernah membuat tuan rumahnya kerepotan. Bahkan, beliau justru memberikan doa dan kebaikan kepada orang yang menjamunya.

Jika memungkinkan, membawa buah tangan atau hadiah kecil dapat menjadi tambahan pahala dan mempererat kasih sayang. Kebaikan kecil seperti ini sangat dianjurkan dalam Islam.

Selain itu, jangan berlama-lama. Tuan rumah mungkin ingin beristirahat atau memiliki keperluan lain yang tidak bisa disampaikan secara langsung. Karena itu, mengetahui batas waktu adalah bagian dari akhlak mulia.

Memahami hal ini merupakan penerapan nyata adab bertamu dalam Islam yang sangat dianjurkan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

Baca Juga: Cara Membiasakan Anak Bersikap Jujur Sejak Usia Dini

5. Menjaga Sikap dan Perkataan

Bertamu adalah aktivitas sosial yang harus dijalani dengan penuh etika. Sikap kita harus mencerminkan akhlak yang diajarkan Islam:

  • Duduk di tempat yang diperbolehkan
  • Tidak berbicara keras hingga mengganggu lingkungan
  • Menghindari gosip, fitnah, atau mengorek rahasia tuan rumah
  • Tidak mengomentari kondisi rumah secara negatif

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mengajarkan untuk berbicara yang baik atau diam. Ini menjadi prinsip utama ketika kita berada di rumah orang lain. Doakan pula kebaikan untuk tuan rumah sebelum pulang, karena doa tamu adalah salah satu doa yang mudah dikabulkan.

Ketika kita menjaga sikap dan perbuatan, maka kita telah menerapkan adab bertamu dalam Islam yang dicintai Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan Rasul-Nya.

6. Pulang dengan Cara yang Sopan

Mengakhiri kunjungan juga ada adabnya. Jangan pergi tanpa pamit, dan jangan menunggu hingga tuan rumah merasa terpaksa menyuruh pulang. Ucapkan terima kasih dan doa, misalnya:

“Jazakumullahu khairan”
(Semoga Allah membalas kalian dengan kebaikan)

Adab ini akan meninggalkan kesan positif dan menjaga silaturahmi tetap kuat.

Manfaat Menjaga Adab Bertamu

Jika adab bertamu dijalankan dengan baik, banyak kebaikan yang bisa didapatkan:

  • Mempererat tali persaudaraan
  • Mendapat pahala dari Allah
  • Menghilangkan kesalahpahaman antar sesama
  • Menumbuhkan rasa peduli dan empati
  • Menjadi contoh akhlak mulia bagi generasi berikutnya

Islam mengatur segala aspek kehidupan dengan penuh hikmah. Termasuk hubungan sosial sederhana seperti bertamu. Itulah mengapa penting bagi kita untuk selalu mengingat dan menerapkan adab bertamu dalam Islam di kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: Efektik! Cara Meningkatkan Konsentrasi Anak dalam Belajar

Mari Ajarkan Anak Belajar Adab Sejak Dini

SDIT Jakarta Barat | Sekolah SD Islam Terpadu Jakarta Barat Terbaik | Manfaaat Anak Masuk TK | SDIT Terbaik Jakarta Barat | Rekomendasi TK Islam Terdekat Jakarta Barat | SDIT Jakarta Barat Terbaik | TKIT Jakarta Barat terbaik | sekolah islam di jakarta barat | tips memilih sekolah sd untuk anak | SD Islam Jakarta Barat yang Unggul & Paling Recommended!
Foto: Website sekolahfinsa.com

Anak adalah peniru yang sangat baik. Ketika mereka melihat orang tuanya menjaga adab dalam setiap aktivitas, mereka pun akan tumbuh menjadi pribadi berakhlak Islami. Salah satu cara terbaik menanamkan karakter baik adalah dengan pendidikan yang tepat.

Jika anda ingin anak tumbuh dengan akhlak, ilmu, dan lingkungan yang Islami, maka Sekolah Islam Fitrah Tunas Bangsa adalah pilihan yang tepat untuk KB, TKIT, maupun SDIT.

Dengan kurikulum berbasis Islam, pendampingan akhlak, dan pembiasaan sunnah, insya Allah anak-anak kita akan tumbuh menjadi generasi Qur’ani yang beradab dan berprestasi.

Yuk, daftarkan segera putra-putri anda ke KB, TKIT, dan SDIT Sekolah Islam Fitrah Tunas Bangsa! Mari bersama membentuk generasi yang paham adab bertamu dalam Islam dan adab-adab mulia lainnya sejak usia dini.

Baca Juga: Ini 6 Tips Mendidik Anak untuk Bertindak dan Berbicara Jujur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *