Cara Mengajarkan Anak Berhitung – Mengajarkan kemampuan berhitung kepada anak adalah salah satu fondasi penting dalam perkembangan kognitif mereka. Kemampuan ini bukan hanya berguna untuk mata pelajaran matematika, tetapi juga membantu anak memahami konsep sehari-hari seperti waktu, ukuran, uang, dan jumlah benda.
Meski terlihat sederhana, proses mengajarkan anak berhitung memerlukan pendekatan yang menyenangkan dan sesuai dengan tahapan usia mereka. Dalam artikel ini, kita akan membahas cara mengajarkan anak berhitung secara bertahap, kreatif, dan efektif.

1. Mulai dari Konsep Dasar Angka
Sebelum anak diajak menghitung, ia perlu mengenal angka terlebih dahulu. Anak-anak biasanya mulai memahami angka sekitar usia 2–4 tahun, meskipun setiap anak memiliki kecepatan perkembangan yang berbeda-beda. Pada tahap ini, anda dapat memperkenalkan angka lewat:
a. Permainan Visual
Gunakan kartu angka, poster dinding, atau mainan yang memiliki bentuk angka. Dengan melihat angka berulang kali, anak akan terbiasa mengenali bentuknya.
b. Mengaitkan Angka dengan Benda Nyata
Daripada hanya menunjukkan angka “3”, berikan tiga benda seperti tiga apel atau tiga kancing. Konsep konkret ini membantu anak memahami bahwa angka adalah representasi jumlah.
c. Lagu dan Video Edukasi
Anak sangat mudah menyerap informasi dari lantunan musik. Lagu berhitung sederhana dapat memperkenalkan mereka pada urutan angka dengan cara yang menyenangkan.
Pada tahap awal ini, penting bagi orang tua untuk fokus pada kebiasaan mengenali angka sambil bermain. Anak tidak perlu ditekan untuk langsung menghitung dengan benar, karena proses pengenalan membutuhkan waktu.
Baca Juga: Cara Mengenalkan Agam pada Anak di Zaman Modern Ini.
2. Menggunakan Metode Bermain untuk Menghitung
Setelah anak mulai mengenal angka, langkah selanjutnya adalah melatih mereka menghitung. Menghitung tidak harus dilakukan secara formal seperti pelajaran di sekolah. Justru, metode bermain adalah cara paling efektif karena membuat anak merasa nyaman dan tidak tertekan.
a. Menghitung Saat Bermain
Jika anak sedang memainkan balok, mintalah mereka menyusun dan menghitung jumlah balok tersebut. Jika bermain mobil-mobilan, hitung jumlah mobilnya. Aktivitas sederhana seperti ini sangat efektif.
b. Menghitung Langkah
Ajak anak berjalan dan hitung langkah bersama-sama. Aktivitas ini bukan hanya menyenangkan, tetapi juga membantu anak memahami hubungan antara aktivitas fisik dan angka.
c. Menggunakan Mainan Edukatif
Ada banyak mainan yang dirancang khusus untuk melatih kemampuan berhitung, seperti counting beads, puzzle angka, atau sempoa anak. anda dapat menggunakan alat bantu ini untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif.
d. Mengajak Anak Membantu Aktivitas Rumah
Misalnya, menghitung sendok ketika menyiapkan meja makan atau menghitung baju saat menjemur. Anak akan merasa dilibatkan dan sekaligus belajar berhitung.
Metode bermain memastikan proses belajar terasa natural dan tidak membebani anak. Hal ini juga membantu mereka membangun rasa percaya diri terhadap kemampuan berhitung.
3. Melatih Berhitung Secara Bertahap Sesuai Usia
Setiap anak berkembang pada waktunya sendiri. Karena itu, cara mengajarkan berhitung harus disesuaikan dengan usia dan kemampuan anak.
Usia 2–3 Tahun
- Mengenal angka 1–5;
- Menghitung benda sederhana;
- Membedakan jumlah banyak dan sedikit.
Usia 4–5 Tahun
- Mengenal angka hingga 10;
- Mengurutkan angka 10;
- Menghitung benda hingga 10;
- Mengenal konsep penjumlahan sederhana dengan benda.
Usia 6 Tahun ke Atas
- Berhitung hingga 20 atau lebih;
- Penjumlahan dan pengurangan;
- Menulis angka dengan benar.
Pada tahap ini, yang terpenting adalah konsistensi dan kesabaran. Anak mungkin mengulang kesalahan beberapa kali, tetapi itu adalah bagian dari proses belajar.
Baca Juga: Jangan Disepelekan: Pentingnya Mengajarkan Salam kepada Anak.
4. Gunakan Media Visual dan Cerita
Anak-anak sangat menyukai gambar dan cerita. Oleh karena itu, media visual dapat menjadi alat terbaik untuk membantu mereka memahami angka dan berhitung.
a. Buku Cerita Berhitung
Banyak buku cerita anak yang mengangkat tema angka, jumlah, atau matematika ringan. Membaca sambil berhitung membuat suasana belajar lebih hidup.
b. Flashcard Angka
Flashcard efektif melatih memori visual anak. Selain mengenal bentuk angka, anda juga bisa mengaitkan flashcard tersebut dengan aktivitas cepat, misalnya: “Coba tunjuk mana angka 7!”
c. Gambar dan Warna
Buat aktivitas mewarnai sambil menghitung. Misalnya, warnai 3 apel merah dan 2 apel hijau. Kegiatan ini melatih motorik halus sekaligus kemampuan berhitung. Pendekatan visual memperkuat pemahaman anak karena mereka melihat langsung representasi angka dalam bentuk yang menarik.
5. Perkenalkan Penjumlahan dan Pengurangan Awal
Setelah anak menguasai menghitung benda, anda dapat memperkenalkan penjumlahan dan pengurangan sederhana. Gunakan benda nyata, bukan rumus.
a. Penjumlahan dengan Benda
Misalnya, letakkan 2 permen, lalu tambahkan 1 permen lagi. Ajak anak menghitung totalnya.
b. Pengurangan Sambil Bermain
Jika anak memiliki 5 balon, lalu 2 balon diberikan kepada anda, tanyakan berapa yang tersisa. Cara konkret ini membuat anak memahami konsep mengurangi.
c. Gunakan Cerita
Buat cerita ringan seperti, “Kakak punya 3 kue, lalu adik memberi 2 kue lagi. Berapa jumlah kue sekarang?”
d. Tanpa Menuntut Kesempurnaan
Anak tidak harus langsung mengerti. Pemahaman konsep matematika dasar membutuhkan pengulangan dan kesabaran.
6. Libatkan Teknologi Secara Bijak
Diera digital, banyak aplikasi edukatif yang membantu anak belajar berhitung dengan cara interaktif. Namun, penggunaannya harus tetap diawasi.
Aplikasi yang Bisa Digunakan
- Game menghitung angka;
- Aplikasi mencocokkan angka dengan gambar;
- Video pembelajaran interaktif.
Teknologi dapat mempercepat pemahaman anak jika digunakan secara terarah dan tidak berlebihan.
7. Jadikan Berhitung sebagai Bagian dari Rutinitas
Pengulangan adalah kunci. Agar anak tidak mudah lupa, jadikan aktivitas berhitung bagian dari rutinitas harian, seperti:
- Menghitung mainan sebelum dirapikan;
- Menghitung langkah saat berjalan;
- Menghitung jumlah makanan (buah, kue, permen);
- Menghitung halaman buku yang dibaca.
Rutinitas ini akan membuat anak terbiasa menghitung tanpa merasa sedang “belajar”.
Baca Juga: Ternyata Ini Cara Mengenalkan Anak kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala
8. Berikan Apresiasi dan Dukungan
Anak akan lebih bersemangat belajar jika mendapatkan pujian atau dukungan. Hindari membandingkan mereka dengan anak lain, karena setiap anak memiliki prosesnya sendiri.
Tips Memberikan Dukungan
- Beri pujian kecil saat anak berhasil;
- Jangan marahi jika salah menghitung;
- Gunakan kata-kata positif seperti “Coba lagi ya, kamu sudah hebat belajar!”.
Pendekatan positif membuat anak merasa aman dan berani mencoba lagi.
Mengajarkan berhitung pada anak bukanlah hal yang sulit jika dilakukan dengan cara yang menyenangkan, bertahap, dan penuh kesabaran. Libatkan permainan, media visual, cerita, dan rutinitas harian agar proses belajar lebih alami dan tidak membebani anak.

Jika anda ingin anak belajar lebih terstruktur, bernilai Islami, dan sesuai perkembangan usia, daftarkanlah anak di KB, TKIT, atau SDIT Sekolah Islam Fitrah Tunas Bangsa. Lingkungan yang positif, guru-guru berpengalaman, serta metode pembelajaran yang modern akan membantu anak tumbuh cerdas, berakhlak baik, dan mencintai proses belajar sejak dini.
Semoga artikel ini bermanfaat dan membantu anda dalam menemukan cara mengajarkan anak berhitung yang tepat dan efektif.
baca Juga: 4 Penyebab Anak Malas Belajar, Tak Selalu Karena Soalnya Sulit!.

