Ternyata Ini Dia Peran Ayah dalam Pengasuhan Anak

Peran Ayah dalam Pengasuhan Anak – Banyak orang menganggap bahwa tugas utama dalam mengasuh anak adalah tanggung jawab seorang ibu. Padahal, dalam Islam maupun dalam kehidupan sosial modern, peran ayah dalam pengasuhan anak sama pentingnya. Ayah bukan sekadar pencari nafkah, tetapi juga teladan, pemimpin, dan pelindung bagi keluarga.

Anak yang tumbuh dengan kehadiran ayah yang aktif dalam kehidupan sehari-hari cenderung memiliki rasa percaya diri yang lebih kuat, kestabilan emosi, dan kemampuan sosial yang lebih baik. Mereka belajar tentang kedisiplinan, tanggung jawab, dan nilai-nilai kehidupan dari sosok ayah yang mereka kagumi.

Di era sekarang, konsep keluarga ideal bukan lagi yang hanya menekankan peran ibu di rumah. Justru, keluarga yang seimbang adalah yang menghadirkan kolaborasi antara ayah dan ibu dalam setiap tahap tumbuh kembang anak. Dengan begitu, anak merasakan kasih sayang yang utuh dan pendidikan karakter yang menyeluruh.

Peran Ayah dalam Pengasuhan Anak
Foto: Andrik Langfield / unsplash.com

Mengapa Ayah Memegang Peran yang Vital?

Secara psikologis, anak memerlukan figur ayah sebagai panutan dalam pembentukan jati diri. Ayah adalah representasi kekuatan dan tanggung jawab. Saat ayah aktif mendampingi anak mulai dari bermain, belajar, hingga berdiskusi anak akan merasa lebih aman dan dihargai.

Banyak penelitian menunjukkan bahwa anak yang dekat dengan ayahnya memiliki kemampuan komunikasi yang lebih baik dan lebih mudah menyesuaikan diri di lingkungan sosial. Ini karena mereka terbiasa mendapatkan perhatian, dukungan moral, dan kehangatan dari ayahnya di rumah.

Lebih dari itu, peran ayah dalam pengasuhan anak juga menentukan bagaimana anak memahami makna kepemimpinan dan kasih sayang. Anak laki-laki mencontoh bagaimana menjadi pria yang bertanggung jawab, sementara anak perempuan belajar mengenali seperti apa cinta dan perlindungan dari seorang laki-laki sejati.

1. Kehadiran Ayah dalam Keseharian Anak

Seringkali, kesibukan pekerjaan membuat ayah jarang memiliki waktu bersama anak. Padahal, waktu yang berkualitas tidak selalu harus lama. Kehadiran yang konsisten, meski sebentar, jauh lebih berarti dibandingkan waktu yang lama namun tanpa keterlibatan emosional.

Contohnya, ayah bisa meluangkan waktu 15–30 menit sebelum tidur untuk mendengarkan cerita anak, membantu mengerjakan PR, atau sekadar berbicara ringan. Aktivitas sederhana ini membangun kedekatan emosional yang sangat kuat.

Selain itu, peran ayah dalam pengasuhan anak juga terlihat dari caranya menunjukkan kasih sayang secara langsung seperti memeluk, memuji, dan memberikan dorongan ketika anak melakukan sesuatu yang baik. Gestur sederhana seperti itu mampu meningkatkan rasa aman dan percaya diri anak secara signifikan.

Baca Juga: Bagaimana Cara Mendampingi Anak Belajar di Rumah? Ini Tipsnya

2. Ayah Sebagai Teladan Utama dalam Pembentukan Karakter

Anak adalah peniru ulung. Mereka belajar bukan hanya dari ucapan, tetapi dari perilaku sehari-hari. Oleh karena itu, ayah memiliki tanggung jawab besar untuk menjadi contoh dalam hal kedisiplinan, kejujuran, tanggung jawab, dan adab dalam kehidupan sehari-hari.

Ketika seorang ayah menepati janji, anak belajar arti kejujuran. Saat ayah bersikap sabar menghadapi kesulitan, anak memahami makna keteguhan. Dan ketika ayah memperlakukan ibunya dengan lembut dan penuh hormat, anak belajar bagaimana menghargai orang lain.

Inilah sebabnya mengapa peran ayah dalam pengasuhan anak tidak bisa diabaikan. Ayah bukan hanya sosok otoritas, tetapi juga sumber inspirasi yang membentuk pola pikir dan sikap anak hingga dewasa nanti.

Dalam pandangan Islam, ayah memiliki tanggung jawab besar dalam pendidikan moral dan spiritual anak. Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pun mencontohkan bahwa mendidik anak dengan kasih sayang dan keteladanan adalah bagian dari ibadah. Artinya, setiap tindakan ayah dalam membimbing anak bernilai pahala di sisi Allah.

3. Sinergi Ayah dan Ibu dalam Pengasuhan

Keseimbangan antara peran ayah dan ibu merupakan kunci keharmonisan dalam pengasuhan. Ibu dikenal dengan kelembutannya, sementara ayah dikenal dengan ketegasan dan arahan yang rasional. Ketika keduanya berjalan beriringan, anak akan tumbuh dengan kepribadian yang kuat namun penuh empati.

Misalnya, saat anak mengalami kegagalan, ibu biasanya memberikan pelukan dan kata-kata penghiburan, sedangkan ayah membantu anak melihat sisi positif dari kegagalan dan memotivasi untuk mencoba lagi. Dua pendekatan ini saling melengkapi.

Sinergi seperti ini juga menanamkan nilai-nilai penting tentang kerja sama, komunikasi, dan tanggung jawab dalam keluarga. Dengan demikian, anak tidak hanya belajar dari ucapan, tetapi juga dari interaksi antara kedua orang tuanya.

Peran ayah dalam pengasuhan anak juga terlihat dalam cara ia mendukung ibu, baik secara emosional maupun praktis. Saat ayah membantu ibu mengasuh anak, anak akan belajar tentang kesetaraan dan saling menghormati dalam rumah tangga.

Baca Juga: Jangan Asal Pilih! Ini Tips Memilih Sekolah TK untuk Anak

4. Tantangan Ayah di Era Modern

Zaman modern membawa banyak tantangan baru. Banyak ayah yang harus bekerja dari pagi hingga malam demi mencukupi kebutuhan keluarga. Akibatnya, waktu bersama anak menjadi sangat terbatas.

Namun, kemajuan teknologi juga membuka peluang baru. Misalnya, ayah bisa tetap berinteraksi dengan anak melalui panggilan video, pesan singkat, atau bermain game edukatif bersama secara daring. Yang penting bukan seberapa sering bertemu, melainkan seberapa dalam keterlibatan dan perhatian yang diberikan.

Di sisi lain, ada juga tantangan berupa distraksi dari gadget dan media sosial. Ayah harus mampu menjadi contoh dalam penggunaan teknologi yang bijak. Dengan begitu, anak pun belajar untuk mengatur waktu dan memprioritaskan hal-hal yang lebih penting, seperti belajar dan beribadah.

Ingat, peran ayah dalam pengasuhan anak bukan tentang kesempurnaan, tetapi tentang kesungguhan. Ayah yang mau belajar dan beradaptasi dengan perkembangan zaman akan mampu membimbing anak sesuai dengan kebutuhan mereka saat ini.

5. Ayah dan Pendidikan Anak: Fondasi Menuju Masa Depan

Salah satu bentuk nyata dari tanggung jawab ayah adalah memastikan anak mendapatkan pendidikan yang tepat bukan hanya pendidikan akademik, tetapi juga pendidikan moral dan spiritual.

Ayah perlu aktif berperan dalam menentukan sekolah anak, memastikan bahwa lingkungan belajar mendukung tumbuh kembang karakter dan akhlak anak. Sekolah yang baik bukan hanya tempat menuntut ilmu, tetapi juga wadah pembentukan kepribadian yang kuat dan berlandaskan nilai-nilai Islam.

Oleh karena itu, memilih sekolah Islam yang berkualitas menjadi langkah penting dalam melanjutkan peran ayah dalam pengasuhan anak. Sekolah yang menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an dan sunnah akan membantu ayah dan ibu dalam membentuk generasi yang cerdas dan berakhlak mulia.

Baca Juga: Segudang Manfaat Sekolah Sunnah bagi Anak

Yuk Ajak Anak Tumbuh di Sekolah Islam Fitrah Tunas Bangsa

SD Sunnah Jakarta Barat | Pembelajaran di Era Society 5.0 | Alasan Menyekolahkan Anak di Sekolah Islam | Perbedaan SD dan SDIT | Umur Ideal Masuk Sd | perbedaan sd negeri dan swasta | keunggulan sekolah islam terpadu
Foto: Website sekolahfinsa.com

Jika anda ingin melihat buah hati tumbuh menjadi pribadi yang berilmu, berakhlak, dan beriman, maka Sekolah Islam Fitrah Tunas Bangsa adalah pilihan yang tepat.

Disini, anak-anak tidak hanya diajarkan pelajaran umum seperti matematika dan sains, tetapi juga dibimbing untuk mencintai Al-Qur’an, berakhlak mulia, dan memiliki adab Islami sejak dini. Dengan lingkungan yang penuh kasih sayang dan pendidik profesional, sekolah ini membantu ayah dan ibu menjalankan amanah besar dalam mendidik generasi penerus.

Sekolah Islam Fitrah Tunas Bangsa membuka pendaftaran untuk berbagai jenjang, mulai dari Kelompok Bermain (KB), Taman Kanak-Kanak Islam Terpadu (TKIT), hingga Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT).

Mari wujudkan pengasuhan terbaik untuk anak dengan menghadirkan keseimbangan antara kasih sayang ibu dan peran ayah dalam pengasuhan anak. Daftarkan buah hati anda di Sekolah Islam Fitrah Tunas Bangsa, tempat di mana pendidikan dan nilai-nilai Islam tumbuh bersama.

Baca Juga: 8 Cara Mudah Mendidik Anak Menjadi Pemberani.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *