Parenting Islami Anak Usia Dini yang Harus Diterapkan!

Parenting Islami Anak Usai Dini – Masa anak usia dini merupakan fase emas dalam kehidupan manusia. Pada rentang usia 0–6 tahun, anak mengalami perkembangan yang sangat pesat, baik dari segi fisik, emosi, kognitif, maupun spiritual. Islam memandang fase ini sebagai amanah besar yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab. Orang tua tidak hanya berperan memenuhi kebutuhan jasmani anak, tetapi juga wajib menanamkan nilai keimanan dan akhlak mulia sejak dini.

Dalam Islam, anak lahir dalam keadaan fitrah. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda bahwa kedua orang tuanyalah yang menjadikan anak tersebut Yahudi, Nasrani, atau Majusi. Hadis ini menegaskan bahwa pola asuh orang tua memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap arah kehidupan anak. Oleh karena itu, menerapkan parenting islami anak usia dini bukan sekadar pilihan, melainkan kewajiban bagi setiap orang tua Muslim.

Parenting islami bukan berarti pola asuh yang kaku atau penuh tekanan. Justru sebaliknya, Islam mengajarkan keseimbangan antara kasih sayang, keteladanan, dan disiplin yang mendidik. Anak diperlakukan dengan lembut, dihargai perasaannya, namun tetap diarahkan sesuai tuntunan Al-Qur’an dan Sunnah. Dengan pola asuh seperti ini, anak akan tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, beriman, dan berakhlak baik.

Ditengah tantangan zaman modern, arus informasi yang bebas, serta pengaruh gawai yang sulit dihindari, orang tua dituntut semakin sadar akan pentingnya fondasi agama sejak dini. Tanpa bekal iman yang kuat, anak akan mudah terbawa arus lingkungan. Inilah mengapa parenting islami anak usia dini harus diterapkan secara konsisten sejak rumah menjadi madrasah pertama bagi anak.

Sekolah TK Sunnah Jakarta Barat | Cara Mendidik Anak Usia 7 Tahun Menurut Islam | pentingnya menyekolahkan anak di sekolah islam | Perbedaan Sekolah Sunnah dan Sekolah Umum | parenting islami anak usia dini
Foto: Website sekolahfinsa.com

1. Menanamkan Tauhid sebagai Pondasi Utama

Tauhid merupakan inti dari ajaran Islam dan harus menjadi dasar utama dalam mendidik anak. Sejak usia dini, anak perlu diperkenalkan kepada Allah sebagai Pencipta, Pemberi rezeki, dan tempat bergantung. Pengenalan tauhid tidak harus melalui penjelasan berat, melainkan bisa dilakukan melalui bahasa sederhana dan aktivitas sehari-hari.

Orang tua dapat membiasakan anak mengucapkan kalimat thayyibah seperti “Masya Allah”, “Alhamdulillah”, dan “Insya Allah”. Ketika anak melihat keindahan alam, ajak ia mengenal bahwa semua itu adalah ciptaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Dengan cara ini, anak akan tumbuh dengan kesadaran bahwa hidupnya selalu terhubung dengan Sang Pencipta.

Selain itu, orang tua perlu menghindari kebiasaan yang bertentangan dengan nilai tauhid, seperti menakut-nakuti anak dengan selain Allah Subhanahu Wa Ta’ala atau menggantungkan harapan kepada benda-benda tertentu. Dalam parenting islami anak usia dini, tauhid ditanamkan secara lembut, berulang, dan penuh kasih sayang agar melekat kuat dalam hati anak.

Pondasi tauhid yang kuat akan membentuk karakter anak yang tidak mudah takut, tidak bergantung pada manusia, dan memiliki rasa percaya diri yang sehat. Anak juga akan lebih mudah diarahkan untuk mencintai ibadah dan menjauhi perbuatan yang dilarang agama.

Baca Juga: Tips Mengatasi Anak yang Pemalu agar Lebih Percaya Diri

2. Keteladanan Orang Tua dalam Kehidupan Sehari-hari

Anak adalah peniru ulung. Apa yang ia lihat dan dengar dari orang tuanya akan direkam dan ditiru tanpa filter. Oleh sebab itu, keteladanan merupakan metode paling efektif dalam parenting islami anak usia dini. Orang tua tidak cukup hanya memerintah, tetapi harus menjadi contoh nyata.

Jika orang tua ingin anak rajin shalat, maka anak harus melihat orang tuanya menjaga shalat tepat waktu. Jika ingin anak berkata jujur dan sopan, maka tutur kata orang tua harus mencerminkan hal tersebut. Ketika orang tua bersikap lembut, sabar, dan penuh empati, anak pun akan belajar meniru sikap yang sama.

Keteladanan juga berlaku dalam mengelola emosi. Anak usia dini sedang belajar mengenali perasaannya. Saat orang tua mampu mengendalikan amarah dan menyelesaikan masalah dengan cara yang baik, anak akan belajar bahwa emosi bukan untuk diluapkan secara berlebihan, tetapi dikendalikan dengan bijak.

Dalam konteks parenting islami anak usia dini, keteladanan menjadi kunci utama keberhasilan pendidikan karakter. Anak yang tumbuh dalam lingkungan penuh contoh baik akan lebih mudah diarahkan tanpa harus banyak paksaan.

3. Membiasakan Ibadah Sejak Usia Dini

Mengenalkan ibadah kepada anak sejak dini merupakan bagian penting dari pendidikan Islam. Meskipun anak belum wajib menjalankan ibadah secara sempurna, pembiasaan sejak kecil akan membentuk kebiasaan positif hingga dewasa.

Orang tua bisa mengajak anak shalat bersama, meskipun hanya mengikuti gerakan. Biarkan anak melihat suasana ibadah sebagai sesuatu yang menyenangkan, bukan menakutkan. Ceritakan kisah-kisah Nabi dan sahabat dengan bahasa sederhana agar anak mencintai Islam melalui cerita yang menyentuh hati.

Puasa juga bisa dikenalkan secara bertahap, misalnya dengan puasa setengah hari atau sekadar menahan diri beberapa jam. Semua dilakukan tanpa paksaan dan disesuaikan dengan kemampuan anak. Inilah esensi parenting islami anak usia dini, yaitu mendidik dengan penuh hikmah dan kelembutan.

Dengan pembiasaan ibadah sejak dini, anak akan tumbuh dengan rasa cinta kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan agama-Nya. Ibadah tidak terasa sebagai beban, melainkan kebutuhan hati.

Baca Juga: Jangan Panik! Begini Cara Menghadapi Anak Tantrum

4. Membangun Akhlak Mulia dan Kemandirian Anak

Akhlak mulia adalah tujuan utama dari pendidikan Islam. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia. Oleh karena itu, orang tua perlu fokus membentuk karakter anak, seperti jujur, amanah, sabar, dan peduli terhadap sesama.

Ajarkan anak untuk berkata sopan, menghormati orang yang lebih tua, dan menyayangi yang lebih kecil. Biasakan mengucapkan salam, meminta maaf, dan berterima kasih. Hal-hal sederhana ini jika dilakukan secara konsisten akan membentuk kepribadian anak yang beradab.

Selain akhlak, kemandirian juga penting dilatih sejak dini. Biarkan anak belajar makan sendiri, merapikan mainannya, dan bertanggung jawab atas barang miliknya. Dalam parenting islami anak usia dini, kemandirian tidak berarti membiarkan anak tanpa arahan, tetapi mendampingi dengan penuh kesabaran.

Anak yang berakhlak baik dan mandiri akan lebih siap menghadapi tantangan kehidupan di masa depan, baik secara sosial maupun spiritual.

Baca Juga: Keteladanan Khulafaur Rasyidin yang Harus Diketahui

5. Peran Lingkungan dan Pendidikan Formal Islami

Selain keluarga, lingkungan dan sekolah memiliki peran besar dalam membentuk karakter anak. Lingkungan yang baik akan memperkuat nilai-nilai yang telah ditanamkan di rumah. Sebaliknya, lingkungan yang kurang kondusif dapat melemahkan pendidikan yang sudah diberikan orang tua.

Oleh karena itu, memilih lembaga pendidikan yang sejalan dengan nilai keluarga menjadi langkah penting. Sekolah Islam yang menerapkan parenting islami anak usia dini secara terpadu akan membantu orang tua dalam mendidik anak secara optimal. Di sekolah, anak tidak hanya diajarkan akademik, tetapi juga adab, ibadah, dan kecintaan kepada Islam.

Kolaborasi antara orang tua dan sekolah akan menciptakan suasana pendidikan yang konsisten, sehingga anak tidak bingung menghadapi perbedaan nilai antara rumah dan sekolah.

Saatnya Memilih Pendidikan Terbaik untuk Anak

Contoh Program Pembiasaan di Sekolah Dasar | Contoh Pembiasaan di Sekolah
Foto: Website sekolahfinsa.com

Mendidik anak bukan tugas sesaat, melainkan investasi jangka panjang. Orang tua perlu memastikan bahwa anak mendapatkan lingkungan terbaik untuk tumbuh dan berkembang sesuai fitrahnya. Jika anda ingin menerapkan parenting islami anak usia dini secara maksimal, memilih sekolah Islam yang tepat adalah langkah bijak.

Sekolah Islam Fitrah Tunas Bangsa hadir sebagai lembaga pendidikan yang berkomitmen membentuk generasi beriman, berakhlak mulia, dan cerdas. Melalui jenjang KB, TKIT, hingga SDIT, Fitrah Tunas Bangsa mengintegrasikan pendidikan akademik dengan nilai-nilai Islam dalam setiap aspek pembelajaran.

Dengan pendidik yang berkompeten, lingkungan yang islami, serta pendekatan yang ramah anak, Sekolah Islam Fitrah Tunas Bangsa siap menjadi partner terbaik orang tua dalam mendidik buah hati. Mari wujudkan generasi shalih dan shalihah dengan menyekolahkan anak anda di KB, TKIT, dan SDIT Sekolah Islam Fitrah Tunas Bangsa.

Baca Juga: 7 Tips Menghadapi Anak yang Mudah Marah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *