Mengatasi Anak Gampang Marah – Anak yang gampang marah sering kali membuat orang tua merasa kewalahan. Tangisan berlebihan, teriakan, membanting barang, hingga sikap membangkang bisa muncul tanpa sebab yang jelas. Padahal, di balik amarah tersebut, ada pesan emosional yang sedang ingin disampaikan anak. Memahami hal ini menjadi langkah awal agar orang tua tidak sekadar meredam emosi anak, tetapi juga membimbingnya dengan tepat.
Perlu dipahami bahwa marah adalah emosi yang wajar. Anak belum memiliki kemampuan mengelola perasaan seperti orang dewasa. Ketika ia merasa lelah, lapar, kecewa, atau tidak dipahami, amarah menjadi cara paling mudah untuk mengekspresikan diri. Oleh karena itu, orang tua perlu hadir bukan sebagai “hakim”, tetapi sebagai pendamping yang membantu anak mengenali dan mengelola emosinya.
Banyak orang tua tanpa sadar justru memperburuk kondisi dengan membentak balik, mengancam, atau memberi label negatif seperti “anak nakal” atau “cengeng”. Padahal, pendekatan tersebut bisa membuat anak semakin sulit mengontrol emosinya. Maka, memahami cara mengatasi anak gampang marah secara tepat sangat penting agar anak tumbuh dengan kecerdasan emosional yang baik.
Artikel ini akan membahas penyebab anak mudah marah serta langkah-langkah praktis yang bisa diterapkan orang tua dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pendekatan yang tepat, anak tidak hanya menjadi lebih tenang, tetapi juga belajar mengenali dan mengekspresikan perasaannya dengan sehat.

A. Penyebab Anak Gampang Marah yang Perlu Dipahami Orang Tua
Sebelum mencari solusi, orang tua perlu memahami penyebab di balik perilaku anak yang mudah marah. Setiap anak unik, namun ada beberapa faktor umum yang sering menjadi pemicunya.
Pertama, anak belum mampu mengungkapkan perasaan dengan kata-kata. Ketika keinginannya tidak terpenuhi atau ia merasa tidak dipahami, amarah menjadi bentuk komunikasi yang paling instan. Hal ini sering terjadi pada anak usia dini yang kemampuan bahasanya masih berkembang.
Kedua, faktor kelelahan fisik. Kurang tidur, lapar, atau terlalu banyak aktivitas bisa membuat anak lebih sensitif secara emosional. Anak yang kelelahan cenderung lebih mudah tersulut emosinya dibandingkan anak yang kondisi fisiknya prima.
Ketiga, lingkungan yang kurang kondusif. Pertengkaran orang tua, suasana rumah yang tegang, atau pola asuh yang tidak konsisten dapat membuat anak merasa tidak aman. Perasaan tidak aman inilah yang sering muncul dalam bentuk amarah.
Keempat, anak meniru perilaku orang dewasa. Anak adalah peniru ulung. Jika ia sering melihat orang tua marah, berteriak, atau meluapkan emosi secara berlebihan, maka ia akan menganggap hal tersebut sebagai cara yang wajar untuk mengekspresikan perasaan.
Dengan memahami penyebab ini, orang tua dapat menentukan cara mengatasi anak gampang marah yang lebih tepat sasaran, bukan sekadar memadamkan emosi sesaat tanpa menyentuh akar masalahnya.
Baca Juga: Begini Cara Mengajarkan Anak untuk Bersyukur Sejak Dini
B. Cara Mengatasi Anak Gampang Marah dengan Pendekatan Emosional
Langkah pertama yang perlu dilakukan orang tua adalah menenangkan diri sendiri. Anak sangat peka terhadap emosi orang tuanya. Jika orang tua ikut marah, situasi akan semakin sulit dikendalikan. Ambil napas dalam-dalam, lalu hadapi anak dengan suara yang tenang.
Selanjutnya, validasi perasaan anak. Katakan bahwa anda memahami perasaannya, misalnya, “Ibu tahu kamu sedang kesal karena mainannya rusak.” Validasi bukan berarti membenarkan perilaku marahnya, tetapi mengakui bahwa perasaannya nyata dan penting.
Ajarkan anak mengenali emosi. Gunakan kata-kata sederhana seperti marah, sedih, kecewa, atau takut. Semakin anak mengenal emosinya, semakin mudah baginya mengungkapkan perasaan tanpa harus meluapkannya dalam bentuk amarah.
Orang tua juga bisa mengajarkan cara menenangkan diri, seperti menarik napas, menghitung sampai sepuluh, atau duduk sejenak. Latihan sederhana ini sangat efektif jika dilakukan secara konsisten.
Pendekatan emosional yang penuh empati merupakan bagian penting dari cara mengatasi anak gampang marah. Anak yang merasa dipahami akan lebih mudah diarahkan dan dibimbing.
C. Peran Pola Asuh dalam Membentuk Emosi Anak
Pola asuh sangat berpengaruh terhadap kemampuan anak dalam mengelola emosi. Pola asuh yang terlalu keras dapat membuat anak tertekan dan mudah meledak, sementara pola asuh yang terlalu permisif membuat anak kesulitan mengenal batasan.
Pola asuh yang seimbang, tegas namun penuh kasih, adalah pilihan terbaik. Orang tua perlu menetapkan aturan yang jelas, tetapi tetap memberikan penjelasan dengan bahasa yang bisa dipahami anak. Ketika anak melanggar aturan, berikan konsekuensi yang mendidik, bukan hukuman yang bersifat melukai fisik atau mental.
Konsistensi juga menjadi kunci. Jika hari ini suatu perilaku dilarang, maka besok pun tetap harus dilarang. Ketidakkonsistenan membuat anak bingung dan frustrasi, yang akhirnya memicu kemarahan.
Selain itu, luangkan waktu berkualitas bersama anak. Anak yang merasa diperhatikan dan dicintai cenderung lebih stabil secara emosional. Aktivitas sederhana seperti membaca buku bersama, berbincang sebelum tidur, atau bermain bersama sudah cukup untuk membuat anak merasa aman.
Dengan pola asuh yang tepat, cara mengatasi anak gampang marah tidak lagi menjadi beban berat, melainkan proses mendidik yang penuh makna.
D. Lingkungan Positif sebagai Kunci Pengendalian Emosi Anak
Lingkungan tempat anak tumbuh turut membentuk karakter dan emosinya. Rumah yang penuh ketenangan, komunikasi terbuka, dan kasih sayang akan membantu anak belajar mengelola perasaan dengan baik.
Batasi paparan anak terhadap tontonan atau permainan yang mengandung kekerasan. Konten seperti ini dapat memengaruhi cara anak mengekspresikan emosi. Pilih tontonan yang edukatif dan sesuai usia.
Ajak anak beraktivitas fisik secara rutin. Bermain di luar, berolahraga ringan, atau sekadar berjalan-jalan dapat membantu menyalurkan energi dan mengurangi stres pada anak. Anak yang aktif secara fisik biasanya lebih tenang secara emosional.
Ajarkan nilai-nilai spiritual sejak dini. Anak yang dikenalkan pada doa, rasa syukur, dan nilai kebaikan akan memiliki landasan batin yang lebih kuat. Nilai ini sangat membantu anak dalam mengendalikan amarah dan memahami dirinya sendiri.
Lingkungan positif akan memperkuat cara mengatasi anak gampang marah yang telah diterapkan di rumah, sehingga anak tumbuh menjadi pribadi yang lebih sabar dan matang secara emosional.
Baca Juga: Penting! Basic Manners yang Harus Diajarkan pada Anak Sejak Dini
E. Kolaborasi Orang Tua dan Sekolah dalam Mengelola Emosi Anak
Selain keluarga, sekolah memiliki peran besar dalam perkembangan emosional anak. Lingkungan sekolah yang aman, mendidik, dan berlandaskan nilai moral akan membantu anak belajar bersosialisasi dan mengelola emosi dengan baik.
Sekolah yang memahami psikologi anak tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter. Anak diajarkan bagaimana menyelesaikan konflik, mengekspresikan perasaan dengan kata-kata, dan menghormati orang lain.
Komunikasi antara orang tua dan guru juga sangat penting. Dengan saling berbagi informasi tentang perkembangan anak, pendekatan yang digunakan di rumah dan sekolah bisa selaras. Hal ini membuat anak merasa lebih aman dan dipahami.
Jika anak menunjukkan kecenderungan mudah marah secara berlebihan, orang tua dan guru dapat bekerja sama untuk memberikan pendampingan yang tepat sejak dini. Dengan begitu, cara mengatasi anak gampang marah dapat dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Baca Juga: Contoh Pola Asuh Otoriter & Dampaknya pada Mental Anak
F. Pendidikan yang Tepat untuk Emosi Anak yang Sehat

Mengatasi anak yang gampang marah bukanlah proses instan. Dibutuhkan kesabaran, konsistensi, dan pemahaman mendalam dari orang tua. Dengan mengenali penyebabnya, menerapkan pola asuh yang tepat, menciptakan lingkungan positif, serta bekerja sama dengan sekolah, anak akan belajar mengelola emosinya dengan lebih baik.
Sebagai orang tua, memilih lingkungan pendidikan yang mendukung perkembangan emosional dan spiritual anak juga sangat penting. Sekolah Islam Fitrah Tunas Bangsa hadir sebagai pilihan tepat bagi Ayah dan Bunda yang ingin memberikan pendidikan terbaik untuk buah hati.
Dengan jenjang KB, TKIT, hingga SDIT, Sekolah Islam Fitrah Tunas Bangsa tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga pembentukan karakter, akhlak, dan kecerdasan emosional anak sesuai nilai-nilai Islam. Lingkungan belajar yang hangat, guru yang peduli, serta pendekatan pendidikan yang menyeluruh akan membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang tenang, berakhlak mulia, dan percaya diri.
Mari bersama-sama menerapkan cara mengatasi anak gampang marah sejak dini dan percayakan pendidikan buah hati anda di KB, TKIT, dan SDIT Sekolah Islam Fitrah Tunas Bangsa, tempat terbaik untuk menumbuhkan generasi yang cerdas, beradab, dan berakhlak mulia.
Baca Juga: 11 Adab Minum & Makan dalam Islam Sesuai Ajaran Rasulullah SAW.

