Adab Makan Minum dalam Islam- Makan dan minum adalah kebutuhan dasar setiap manusia. Namun dalam Islam, keduanya bukan hanya sekadar kegiatan untuk menghilangkan rasa lapar dan haus, tetapi juga ibadah yang bernilai pahala jika dilakukan sesuai tuntunan syariat. Setiap gerak, ucapan, dan sikap kita saat makan dan minum mencerminkan akhlak serta rasa syukur kepada Allah SWT. Karena itu, penting bagi setiap muslim untuk memahami adab makan dan minum sebagai bentuk pendidikan karakter sejak usia dini hingga dewasa.
Islam mengajarkan bahwa makanan dan minuman adalah nikmat dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang harus disyukuri, bukan sekadar dinikmati. Syukur itu tidak hanya diucapkan melalui lisan, tetapi juga diwujudkan melalui sikap dan tata cara yang baik. Itulah sebabnya Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam memberikan teladan dalam hal makan dan minum, mulai dari memilih yang halal, tidak berlebihan, hingga menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

A. Makanan Halal: Pondasi dari Kebaikan
Islam memulai adab makan dari sumbernya terlebih dahulu. Sebelum berbicara soal cara makan, Islam menekankan pentingnya memilih makanan halal. Makanan haram dapat mempengaruhi ibadah, kesehatan, dan akhlak seseorang. Rasulullah SAW bersabda bahwa doa seseorang bisa tertolak karena memakan sesuatu yang haram. Itulah mengapa mencari makanan halal merupakan bagian dari ibadah.
Selain halal, Islam juga menganjurkan makanan yang baik (thayyib), yaitu bergizi, tidak berbahaya, dan tidak berlebihan. Maka, pelajaran ini sangat penting diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama bagi anak agar terbiasa mengonsumsi makanan halal, sehat, dan tidak berlebihan. Pendidikan tersebut harus dimulai sejak kecil agar melekat menjadi karakter.
Baca Juga: Ciri Stres pada Anak yang Sering Disepelekan Orang Tua
B. Adab Makan dan Minum Berdasarkan Sunnah
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam memberikan contoh sempurna dalam hal makan dan minum. Adab yang beliau ajarkan tidak hanya mengatur sikap, tetapi juga memiliki manfaat kesehatan dan psikologis. Beberapa di antaranya adalah:
1. Mencuci Tangan Sebelum Makan
Kebersihan adalah bagian dari iman. Dengan mencuci tangan, kita menjaga tubuh dari kuman yang dapat menyebabkan penyakit.
2. Tidak Mencela Makanan
Rasulullah tidak pernah mencela makanan. Bila beliau menyukainya, beliau memakannya. Bila tidak, beliau tidak memakannya tanpa menghina.
3. Makan dengan Tangan Kanan
Selain mengikuti sunnah, makan dengan tangan kanan juga mengandung nilai etika dan kebersihan.
4. Membaca Doa Sebelum Makan
Mengucapkan Bismillah menunjukkan rasa syukur kepada Allah dan menjauhkan makanan dari gangguan setan.
5. Tidak Meniup Makanan atau Minuman
Hal ini diajarkan untuk menghindari penyebaran bakteri dari mulut dan menjaga adab kesopanan.
6. Tidak Berlebihan dan Mengambil Secukupnya
Islam melarang sikap berlebihan dalam segala hal, termasuk dalam makan dan minum. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mengajarkan agar manusia mengisi perutnya dengan sepertiga makanan, sepertiga minuman, dan sepertiga udara. Prinsip ini menunjukkan keseimbangan yang luar biasa antara kebutuhan jasmani dan rohani.
Sikap berlebihan sering kali menyebabkan pemborosan dan berbagai penyakit. Dengan memahami adab makan dan minum dalam Islam, seorang muslim diajarkan untuk mengambil makanan secukupnya dan menghabiskannya tanpa menyisakan. Hal ini juga melatih rasa empati terhadap orang lain yang mungkin kekurangan.
Anak-anak yang dibiasakan mengambil makanan sesuai kebutuhan akan tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan tidak boros. Mereka juga belajar menghargai setiap butir makanan sebagai nikmat dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Islam juga menganjurkan untuk tidak mencela makanan. Apapun yang tersaji, selama halal dan baik, hendaknya disyukuri. Jika tidak menyukai, cukup ditinggalkan tanpa merendahkan. Sikap ini mencerminkan akhlak mulia yang sangat ditekankan dalam adab makan dan minum dalam Islam
Semua adab tersebut menjadi pedoman bagi umat Islam dalam menjaga keberkahan makanan. Dengan menerapkan adab ini, seseorang tidak hanya mendapatkan kesehatan jasmani, tetapi juga rohani.
7. Menutup Makan dengan Doa dan Rasa Syukur
Setelah selesai makan dan minum, Islam mengajarkan untuk menutupnya dengan doa sebagai bentuk syukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Doa setelah makan bukan hanya ritual, tetapi pengakuan bahwa semua nikmat berasal dari-Nya.
Rasa syukur yang ditanamkan melalui adab makan dan minum dalam Islam akan membentuk pribadi yang rendah hati dan tidak mudah mengeluh. Anak-anak yang dibiasakan berdoa setelah makan akan tumbuh dengan kesadaran spiritual yang kuat.
Selain doa, membersihkan sisa makanan dan merapikan tempat makan juga termasuk adab yang baik. Islam mengajarkan kebersihan sebagai bagian dari iman. Lingkungan yang bersih mencerminkan jiwa yang bersih pula.
Melalui pembiasaan adab ini, keluarga dan sekolah memiliki peran besar dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia. Pendidikan adab tidak cukup dengan teori, tetapi harus dicontohkan dan dilatih setiap hari
Baca Juga: Contoh Sikap Mandiri Anak di Rumah & di Sekolah
C. Manfaat Menerapkan Adab Makan dan Minum
Setiap perintah dalam Islam pasti memiliki manfaat, baik yang terlihat langsung maupun jangka panjang. Begitu pula dengan adab makan dan minum, yang manfaatnya meliputi:
1. Menjaga Kesehatan Tubuh
Tidak makan berlebihan, memilih makanan sehat, serta menjaga kebersihan sebelum makan dapat mencegah penyakit pencernaan, obesitas, dan gangguan metabolik.
2. Membentuk Karakter Disiplin
Anak yang dibiasakan membaca doa, makan di meja makan, dan duduk dengan tertib akan memiliki disiplin dan sikap sopan dalam kehidupan sosial.
3. Menumbuhkan Rasa Syukur
Dengan mengucap Bismillah dan Alhamdulillah, anak dan orang dewasa belajar mensyukuri nikmat kecil maupun besar.
4. Menghindarkan dari Sifat Rakus dan Boros
Adab makan mengajarkan batasan. Ini membentuk pribadi yang hemat, sederhana, dan tidak menghambur-hamburkan rezeki.
5. Menjaga Keberkahan dalam Rezeki
Sikap syukur, makan halal, dan berbagi makanan termasuk cara menjaga keberkahan ekonomi keluarga.
Semua manfaat itu dapat dirasakan sepanjang manusia menjalankan pedoman Islam dalam kehidupan sehari-hari, terutama melalui adab makan dan minum.
D. Mendidik Anak dengan Adab Makan dan Minum Sejak Dini
Pendidikan terbaik adalah pendidikan yang dimulai sejak kecil. Anak-anak mudah meniru apa yang mereka lihat dan dengar di rumah maupun sekolah. Karenanya, orang tua harus menjadi teladan pertama dalam menerapkan adab makan dan minum.
Beberapa cara efektif mendidik anak di rumah, antara lain:
– Mengajak anak membaca doa sebelum makan;
– Memberi contoh makan sambil duduk;
– Tidak memaksa anak menghabiskan makanan, tetapi mengajarkan mengambil secukupnya;
– Mengajarkan berbagi makanan dengan saudara atau teman;
– Membiasakan makan makanan halal dan bergizi.
Namun pendidikan di rumah harus diperkuat oleh lingkungan sekolah yang juga menerapkan nilai Islam dalam keseharian. Di sekolah Islam, anak bukan hanya diajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga akhlak termasuk adab makan, berbagi makanan, bersyukur, hingga mengenal halal dan haram. Nilai-nilai ini menjadi pondasi karakter mereka hingga dewasa.
Baca Juga: Contoh Motorik Halus Anak Usia Dini Beserta Manfaatnya
Menanamkan Adab Sejak Dini Melalui Pendidikan Islam

Mempelajari adab makan dan minum dalam Islam sejak dini adalah investasi akhlak jangka panjang bagi anak. Nilai-nilai kesopanan, rasa syukur, disiplin, dan ketaatan kepada Allah SWT akan melekat kuat jika ditanamkan melalui pendidikan yang tepat.
Oleh karena itu, memilih lingkungan pendidikan yang tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga pembinaan adab dan akhlak Islami, menjadi sangat penting. Sekolah Islam Fitrah Tunas Bangsa hadir sebagai solusi pendidikan yang menyeimbangkan ilmu, iman, dan akhlak.
Di KB, TKIT, dan SDIT Sekolah Islam Fitrah Tunas Bangsa, anak-anak dibimbing untuk menerapkan adab Islami dalam kehidupan sehari-hari, termasuk adab makan dan minum. Dengan pendekatan pembelajaran yang menyenangkan, penuh keteladanan, dan sesuai fitrah anak, sekolah ini membantu membentuk generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan cinta Islam.
Mari berikan pendidikan terbaik untuk buah hati Anda. Sekolahkan anak di KB, TKIT, dan SDIT Sekolah Islam Fitrah Tunas Bangsa, tempat tumbuhnya generasi beriman, berilmu, dan beradab sesuai tuntunan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.
Baca Juga: 6 Adab Bertamu Menurut Islam, Terapkan saat Silaturahmi.

