Ciri Stres pada Anak yang Sering Disepelekan Orang Tua

Stres pada Anak – Banyak orang tua berpikir bahwa stres hanya dialami oleh orang dewasa. Padahal, anak-anak juga sangat mungkin mengalami tekanan emosional. Tekanan ini dapat muncul karena masalah di sekolah, pola parenting, konflik keluarga, hingga lingkungan pertemanan yang tidak mendukung. Sayangnya, masih banyak orang tua yang tidak menyadari tanda-tanda stres pada buah hati karena menganggap anak selalu bahagia dan bebas masalah.

Sesungguhnya, kemampuan anak dalam menyampaikan perasaan belum berkembang sempurna. Mereka sering tidak tahu cara mengungkapkan rasa tertekan, takut, sedih, atau khawatir. Dampaknya, stres pada anak bisa muncul melalui perilaku yang berubah drastis. Karena itu, sangat penting bagi orang tua untuk memahami apa saja ciri stres pada anak dan bagaimana cara mengatasinya dengan tepat.

Ciri Stres pada Anak yang Sering Disepelekan Orang Tua
Foto: Mikhail Nilov / pexel.com

A. Mengapa Anak Bisa Mengalami Stres?

Banyak faktor yang dapat memicu stres pada anak. Permasalahan tidak selalu berasal dari hal besar, tetapi juga dari situasi sederhana yang terjadi setiap hari. Misalnya, aturan rumah yang terlalu ketat, pelajaran yang sulit, guru yang keras, atau teman yang tidak suportif. Bahkan media sosial, tontonan, hingga game pun bisa memberikan tekanan tersendiri.

Selain itu, perubahan besar dalam kehidupan juga bisa memicu stres. Seperti pindah sekolah, kelahiran adik, perceraian orang tua, atau kehilangan orang terdekat. Ketika anak tidak mampu mengungkapkan tekanan emosinya dengan baik, gejala stres dapat muncul secara fisik maupun mental.

Mengenali penyebab dan tanda-tandanya adalah langkah pertama agar orang tua dapat memberikan dukungan yang tepat sesuai kebutuhan emosional anak. Inilah mengapa memahami ciri stres pada anak sangat penting dalam tumbuh kembang mereka.

Baca Juga: Jangan Asal Pilih! Ini Tips Memilih Sekolah TK untuk Anak

B. Berbagai Ciri Stres pada Anak yang Perlu Diwaspadai

1. Anak Menjadi Lebih Sensitif atau Mudah Marah

Jika biasanya anak ceria dan mudah diajak bermain, tetapi tiba-tiba berubah menjadi pemarah, rewel, atau mudah menangis tanpa alasan jelas, ini bisa menjadi tanda stres. Ketika anak tidak tahu cara menyampaikan perasaannya, reaksi emosional impulsif menjadi pelampiasan yang paling mudah dilakukan. Anak bisa tampak agresif, tidak mau berbicara, atau bahkan tantrum.

Perubahan emosi yang drastis ini menandakan ada tekanan internal yang tidak tersampaikan. Orang tua perlu berhati-hati dalam memberikan respons, hindari memarahi, dan cobalah untuk mendengarkan serta memahami apa yang sebenarnya dirasakan anak. Ini adalah salah satu bentuk paling umum dari ciri stres pada anak.

2. Menurunnya Prestasi atau Motivasi Belajar

Stres juga dapat memengaruhi kemampuan berpikir dan konsentrasi anak. Anak mungkin tampak malas belajar, susah fokus, cepat lelah saat mengerjakan tugas sekolah, atau nilai tiba-tiba menurun. Hal ini bukan semata-mata karena anak malas, tetapi karena pikiran mereka sedang penuh oleh hal lain.

Dibeberapa kasus, anak juga bisa merasa takut untuk ke sekolah, sering mengeluh sakit, atau menghindari tugas tertentu. Jika hal ini terjadi terus-menerus, orang tua perlu mencari tahu apa yang membuat anak merasa tidak nyaman dan tertekan.

Perlu diingat bahwa penurunan motivasi belajar juga bisa menjadi ciri stres pada anak yang tidak boleh diabaikan.

3. Perubahan Pola Makan dan Tidur

Stres dapat memengaruhi kesehatan fisik anak, termasuk pola makan dan tidur. Anak bisa mengalami penurunan nafsu makan atau sebaliknya makan secara berlebihan. Mereka juga dapat sulit tidur, sering terbangun di malam hari, atau tidur terlalu lama.

Gangguan tidur dan makan merupakan respons tubuh terhadap tekanan emosional. Ketika kondisi ini terjadi berulang kali dalam jangka waktu tertentu, perkembangan anak dapat terganggu. Orang tua perlu memastikan lingkungan yang nyaman dan aman sehingga anak merasa tenang.

Jika gejala ini muncul bersamaan dengan tanda lainnya, sangat besar kemungkinan bahwa itu adalah ciri stres pada anak.

4. Mengeluh Sakit Tanpa Penyebab Medis

Anak yang mengalami stres sering mengeluh sakit kepala, sakit perut, mual, atau pusing, padahal setelah diperiksa dokter tidak ditemukan masalah kesehatan tertentu. Ini terjadi karena stres memengaruhi sistem tubuh, termasuk sistem saraf dan pencernaan.

Orang tua sering menganggap anak hanya mencari perhatian, padahal keluhan tersebut bisa jadi sinyal bahwa tubuh sedang bereaksi terhadap tekanan emosional. Sebagai respons alami, tubuh mencoba mengungkapkan perasaan yang tidak bisa diungkapkan melalui kata-kata.

Keluhan fisik tanpa penyebab jelas seperti ini merupakan ciri stres pada anak yang wajib diperhatikan.

5. Anak Menarik Diri dari Lingkungan Sosial

Anak yang awalnya aktif bermain tiba-tiba tidak mau keluar kamar, malas bertemu teman, atau tidak mau terlibat dalam aktivitas yang dulu disukai, bisa jadi sedang mengalami stres. Nah anak mungkin merasa tidak diterima, takut diejek, atau merasa tidak mampu mengikuti ekspektasi lingkungan.

Ketika anak menarik diri, mereka sedang mencoba menghindari sumber tekanan. Orang tua perlu memahami kondisi emosinya dan melibatkan anak dalam aktivitas positif tanpa memaksa. Perhatikan lingkungan sekitar, apakah ada bullying, tekanan akademik berlebihan, atau suasana rumah yang membuat anak tertekan. Perilaku menarik diri ini merupakan salah satu ciri stres pada anak yang perlu segera ditangani.

Baca Juga: Apa Itu Pendidikan Karakter – Ini Manfaatnya!

C. Cara Orang Tua Membantu Anak Mengatasi Stres

Menghadapi anak yang sedang stres membutuhkan kesabaran dan pemahaman. Berikut cara yang dapat dilakukan orang tua:

1. Dengarkan Anak Tanpa Menghakimi

Biarkan anak bercerita sesuai keinginannya. Jangan memotong atau menyalahkan. Anak hanya butuh didengar, dipahami, dan diyakinkan bahwa ia aman.

2. Bangun Rutinitas Positif

Rutinitas tidur yang cukup, makan sehat, dan waktu bermain dapat membantu menyeimbangkan emosi anak.

3. Batasi Tekanan Akademik

Jangan membandingkan anak dengan orang lain. Fokus pada proses, bukan hasil.

4. Ciptakan Lingkungan Rumah yang Hangat

Orang tua yang terlalu sering marah, bertengkar, atau menuntut berlebihan bisa menjadi sumber stres anak.

5. Berikan Dukungan Spiritual dan Moral

Mengajarkan nilai-nilai agama, sikap sabar, dan rasa syukur akan membantu anak memiliki mental lebih kuat sejak dini.

Baca Juga: Ternyata Ini Cara Mengenalkan Anak kepada Allah

D. Pendidikan Berkarakter: Solusi untuk Anak Bahagia dan Tangguh

Membekali anak dengan kekuatan mental dan spiritual tidak hanya dilakukan di rumah, tetapi juga di lingkungan sekolah. Sekolah yang tepat mampu membantu anak tumbuh dengan karakter positif, mental tangguh, dan iman yang kuat.

Jika anda ingin anak tumbuh cerdas, berakhlak baik, memiliki kepribadian yang kokoh, sekaligus terhindar dari tekanan akademik yang tidak sehat, maka memilih sekolah berbasis agama yang berfokus pada akhlak dan kualitas pembelajaran adalah langkah terbaik.

Sekolah Islam Fitrah Tunas Bangsa: Tempat Terbaik untuk Tumbuh Kembang Anak

SDIT Jakarta Barat | Sekolah SD Islam Terpadu Jakarta Barat Terbaik | Manfaaat Anak Masuk TK | SDIT Terbaik Jakarta Barat | Rekomendasi TK Islam Terdekat Jakarta Barat | SDIT Jakarta Barat Terbaik | TKIT Jakarta Barat terbaik | sekolah islam di jakarta barat | tips memilih sekolah sd untuk anak | SD Islam Jakarta Barat yang Unggul & Paling Recommended!
Foto: Website sekolahfinsa.com

KB, TKIT, dan SDIT Sekolah Islam Fitrah Tunas Bangsa hadir sebagai sekolah yang peduli pada perkembangan akademik, mental, dan spiritual anak. Kurikulum berbasis Islam, lingkungan yang menyenangkan, guru yang penuh kasih, serta pembiasaan ibadah sejak dini membuat anak merasa aman dan bahagia dalam belajar. Bimbing anak tumbuh menjadi generasi yang kuat, berakhlak mulia, dan cerdas melalui pendidikan Islam sejak dini!

Segera daftarkan anak anda di Sekolah Islam Fitrah Tunas Bangsa. Mari bersama membentuk generasi berprestasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter kuat dan berakidah kokoh.

Baca Juga: 6 Penyebab Anak Malas Belajar yang Perlu Diketahui Orang Tua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *